Memilih Bahan Baku Yang Pas Saat Mau Membeli Tempat Tidur Susun

Saat akan memilih furniture untuk pelengkap pribadu ruangan kamar, tentunya kita akan di pusingkan dengan banyaknya pilihan furniture kamar.

Furniture kamar banyak sekali desainnya, khususnya untuk furniture kamar anak, di dalam memilih furniture untuk kamar anak, anda pasti akan sangat di repotkan dengan banyaknya pilihan jenis bed, Nahm untuk pilihan jenis bed, anda akan mendapatkan beberapa jenis bed yang cocok untuk kebutuhan anak

Untuk ada yang mempunyai gaya rumah minimalis dengan bed ukuran kecil. Anda akan mendapatkankan pilihan bed model sorong dan juga bed model tingkat atau biasa kita sebut dengan Tempat tidur Tingkat, nah untuk bed model tingkat berikut penjelasannya.

Model tempat tidur susun banyak sekali bahan bakunya, bisa di buat menggunakan bahan baku jenis kayu dan juga bahan baku jenis besi ataupun bambu, untuk bahan baku jenis besi, anda akan mendapatkan service dengan harga murah namun kualitas kurang oke, karena semakin lama, besi bisa berkarat, nah saran yang cocok sebagai memilih bahan yang cocok untuk furniture jenis ini adalah bahan baku jenis Kayu.

Kayu di percaya mempunyai kekuatan lebih dan juga tingkat keawetannya ynag sangat oke.

Kayu, mungkin dan hampir pasti setiap hari kita melihat yang namanya kayu. Mulai dari meja, kursi, pintu, rangka atap, dan masih banyak lagi benda yang menggunakan kayu sebagai bahan pembuatannya. Meski saat ini sudah ada bahan alternatif pengganti kayu, misalkan saja baja, besi, plastik, dan lain sebagainya, namun kayu masihlah menjadi bahan yang paling banyak dipergunakan.

Dibandingkan dengan material lain, kayu memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:
Kayu mudah dalam pengerjaan, bisa dibuat atau dibentuk sesuai keinginan, misalkan saja untuk ukiran, desain kusen, dll. Selain itu, kayu juga mudah untuk dipaku, dibaut, dan direkatkan
Kualitas kayu bisa dilihat secara visual, misalkan saja bila terjadi cacat kayu dapat diketahui secara kasat mata.

 


Kayu lebih tahan terhadap tekanan dan lenturan.
Dengan adanya bermacam jenis kayu, maka kayu memiliki tekstur yang baik dan indah.
Kayu memiliki berat jenis yang cukup ringan sehingga bisa mengapung dan sifat resonansinya.
Kayu dapat diubah menjadi bentuk pulp (bubur kayu), dan bisa diolah untuk dijadikan bahan produk lainnya, misal untuk bahan baku pembuatan kertas.
Sedangkan kekurangan atau kelemahan material kayu diantaranya adalah:
Tidak tahan api, sehingga kayu mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering.
Kayu tidak dapat dimanfaatkan secara keseluruhan sehingga sisa penggunaan kayu hanya menjadi limbah.

Untuk pekerjaan tertentu (yang besar atau lebar), kayu tidak bisa menutup secara keselurahan karena terbatasnya diameter kayu. Biasanya untuk menyikapi hal ini kayu harus disambung atau diperlebar/perbesar.
Kayu mudah diserang oleh serangga pemakan kayu seperti rayap atau serangga lainnya.
Kayu mengandung air dan berpengaruh besar terhadap bentuk kayu. Kayu yang belum kering biasanya masih mengalami penyusutan atau perubahan bentuk, oleh karena itu kayu harus dikeringkan sebelum digunakan.
Kayu bersifat higroskopis, dan sensitif terhadap kelembaban.
Demikian beberapa kelebihan dan kelemahan dari kayu, mungkin masih ada kelebihan dan kekurangan lainnya, bila dirasa masih kurang lengkap, Anda bisa menambahkan dari referensi lainnya. Semoga bermanfaat.